Sale!

Why Real Life Education?

Rp100,000.00 Rp80,000.00

 

Penulis:

Melati Puspitasari

Ketika memilih jurusan baik di tingkat menengah atas atau bahkan di tingkat kuliah, tentu saja ada banyak poin yang perlu dipertimbangkan. Jangan sampai salah jurusan yang yang berakibat fatal pada dunia kerja.

 

 

Category:

Description

Ketika memilih jurusan baik di tingkat menengah atas atau bahkan di tingkat kuliah, tentu saja ada banyak poin yang perlu dipertimbangkan. Jangan sampai salah jurusan yang yang berakibat fatal pada dunia kerja.
Menurut Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) Irene Guntur, M.Psi., Psi., CGA, menyatakan bahwa sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan, kebayang khan bagaimana mereka saat lulus dan mencari pekerjaan, banyak sekali berita-berita mahasiswa yang masih bingung harus kerja dimana, harus ngapain, saat kerja tidak maksimal. Nah kita lihat, Hal ini terjadi karena hampir semuanya saat mereka ditingkat SMP dan SMA selalu kebingungan dalam merancang masa depannya terutama saat penjurusan. Siswa-siswa di luar negeri telah dipersiapkan agar mereka matang dalam merancang masa depan mereka, ini terbukti pada Negara-negara maju seperti Finlandia, Jepang, Amerika dll , Mereka sejak dini diutamakan diajarkan tentang life skill, character building, money management pribadi, hingga mendalami berbagai profesi atau yang kita kenal dengan salah satunya adalah Internship. Kurikulum nasional pada Negara Finlandia rata-rata mengutamakan skill, inside the learning how to organize, emphatize etc, sehingga siswa mampu membangun dan merancang dirinya secara matang.
Real Life Education ( RLE) merupakan metode pendidikan yang memudahkan dalam mencari dan mengasah bakat minat siswa dalam sebuah kegiatan kehidupan seperti project ataupun praktek profesi dengan pendekatan yang menyenangkan. Siswa melakukan Real Life Education setelah mereka mulai bisa mengenal dirinya baik itu bisa berupa kegiatan-kegiatan yang menunjang seperti project-project di kelas yang mencangkup semua kemampuan siswa, dan kegiatan praktek profesi yang bisa dilakukan di sebuah perusahaan. RLE bukan sekedar magang kalau kita kenal, tapi RLE itu lebih ke spesifik dimana siswa melakukan observasi, wawancara sekaligus melakukan praktek nyata sesuai dengan bakat dan minat siswa yang dimiliki. RLE ini memiliki 10 cluster praktek profesi dengan 6 kompetensi inti yang mudah dilakukan oleh guru atau orangtua juga bisa serta menuliskan beberapa testimony dari siswa, orangtua dan pihak perusahaan yang bisa membuak paradigma arti sebuah pendidikan nyata() Real Life Education). Buku ini menceritakan tentang metode menjadi guru yang asyik dan bisa melakukan RLE sehingga bermanfaat bagi guru yaitu guru dapat mengajar dengan lebih mudah, karena anak-anak lebih bersemangat dalam belajar setelah menetapkan rencana profesi yang matang, Adanya komunikasi efektif dan pendekatan personal dengan siswa dalam RLE, gurupun semakin dicintai siswa-siswanya karena mereka merasa dipahami dengan keunikan masing-masing, Reputasi guru sebagai pencetak profesional-profesional yang sukses menjadikan namanya harum dan membuat kariernya sebagai guru pun semakin berkembang pesat.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Why Real Life Education?”

Your email address will not be published. Required fields are marked *