Sale!

The Power of Interpersonal Communication for Health Services

Rp98,000.00 Rp75,000.00

 

Penulis:

Khairani Hasyim

Buku ini akan mengulas bagaimana kekuatan komunikasi interpersonal yang diawali dengan kekuatan komunikasi intrapersonal, pemahaman yang tinggi terhadap klien/pelanggan, serta penguasaan komunikasi kongruen yang harus dilakukan dengan baik oleh petugas. Ketika tahapan-tahapan ini telah dilakukan dengan baik, maka komunikasi interpersonal yang kita lakukan akan memberikan pengaruh besar terhadap klien/pelanggan.

Category:

Description

Hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) menyatakan bahwa terjadi penurunan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan di rumah sakit baik RS pemerintah maupun swasta. Hal ini dikuatkan dengan kisah salah seorang sahabat saya. Sebut saja namanya Mirna (bukan nama sebenarnya). Saat itu ia bercerita bahwa salah seorang pasiennya merasa tidak puas dengan pelayanan yang ia berikan dan memutuskan mencari pelayanan kesehatan lain.
Fenomena serupa juga terjadi di puskesmas. Jika ditelisik lebih dalam, banyak masyarakat tidak berperilaku sesuai dengan indikator kesehatan yang sudah disosialisasikan. Masyarakat tidak peduli dengan nasihat dan imbauan yang dilakukan petugas kesehatan, karena pada dasarnya mereka tidak mengerti dengan baik tentang pesan-pesan yang disampaikan.
Sehat adalah hak asasi manusia dan pemerintah berkewajiban menyediakan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bila kita perhatikan dengan saksama, pemerintah telah berupaya menyediakan pelayanan dengan menambah jumlah puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan. Pemerintah juga mendorong pihak swasta untuk mendirikan rumah sakit dan pelayanan kesehatan mandiri (dokter/bidan praktik mandiri, dan lain-lain).
Namun usaha pemerintah dan dunia swasta dalam meningkatkan jumlah layanan saja tidak cukup. Banyak masyarakat/pasien yang merasa tidak puas dengan layanan yang diberikan, ada yang mengatakan pelayan kesehatannya jutek atau tidak ramah, tidak mendapat penjelasan yang tuntas tentang penyakit yang diderita, cenderung menakut-nakuti tentang penyakit yang dialami, penjelasan yang diberikan terlampau terburu-buru, waktu tunggu yang lama, serta berbagai pengakuan buruk lainnya.
Ini semua terjadi karena petugas kesehatan/pemberi layanan kesehatan tidak menyadari bahwa yang dibutuhkan oleh pasien/masyarakat adalah informasi yang jelas dan komunikasi interpersonal yang baik. Mereka hanya ingin dimengerti dan didengarkan. Seperti itulah komunikasi interpersonal, komunikasi yang benar-benar sesuai untuk petugas kesehatan dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Buku ini akan mengulas bagaimana kekuatan komunikasi interpersonal yang diawali dengan kekuatan komunikasi intrapersonal, pemahaman yang tinggi terhadap klien/pelanggan, serta penguasaan komunikasi kongruen yang harus dilakukan dengan baik oleh petugas. Ketika tahapan-tahapan ini telah dilakukan dengan baik, maka komunikasi interpersonal yang kita lakukan akan memberikan pengaruh besar terhadap klien/pelanggan.
Di buku ini akan dibahas bagaimana kedahsyatan komunikasi interpersonal yang seharusnya dilakukan oleh seorang petugas kesehatan yang mampu memberikan kepuasan pelanggan/klien saat mendapatkan pelayanan, disertai dengan langkah-langkah mudah dan panduan praktik berdasarkan pengalaman penulis yang merupakan seorang praktisi kesehatan selama lebih dari 24 tahun.

Khairani Hasyim

KHAIRANI HASYIM, adalah seorang Aparatur Sipil Negara, tepatnya sebagai Widyaiswara/trainer yang bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Sebelumnya adalah seorang Pejabat Struktural di Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dan pekerjaannya di awali dengan menjadi Tenaga pelaksana gizi di Puskesmas Minas Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, ditahun 1994 sampai 1998. Pengalamannya sebagai praktisi kesehatan telah membuatnya juga melanglang buana menjadi narasumber terkait bidang kesehatan hampir diseluruh Provinsi di Indonesia.
Lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini, kemudian melanjutkan Pasca Sarjana di Universitas Riau, yang sebelumnya telah menyelesaikan study di diploma tiga Gizi (Akademi Gizi Padang)
Dari pengalaman kerja penulis yang diawali sebagai Pelaksana Gizi di Puskesmas (th 1994 s,d 2000), kemudian dilanjutkan dengan menduduki jabatan struktural di Dinas Kesehatan kabupaten Siak (Th 2000 s.d 2012) lalu penulis hijrah ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan kemudian memantaskan diri untuk menjadi widyaiswara bidang kesehatan melalui proses pengangkatan sebagai Widyaiswara di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) telah membuat penulis memiliki pengalaman yang cukup dalam tentang pelayanan dibidang kesehatan. Ini pula yang mendorong Rani, (begitu Khairani Hasyim dipanggil sehari-hari), untuk menulis buku yang terkait masalah komunikasi interpersonal dibidang kesehatan.
Semoga buku ini memberikan manfaat, aamiiin.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “The Power of Interpersonal Communication for Health Services”

Your email address will not be published. Required fields are marked *