Sale!

KEY

Rp100,000.00 Rp73,000.00

 

Penulis:

Ari Wijaya

Manusia yang punya daya dukung dan daya juang tinggi akan sangat membantu daya tahan perusahaan. Bak pendekar, ia pilih tanding. Ditempatkan di mana saja, ia sanggup dengan cepat beradaptasi dan segera berkontribusi.

Modal memenangkan persaingan sebagai individu bisa beraneka ragam. Saya menyaringnya menjadi 5. Kenapa cuma lima ? Insya Allah, lima modal ini sari pati hasil diskus dengan sejawat dan juga survey kecil yang saya lakukan.

 

 

Category:

Description

Pada pertengahan Tahun 2017 saya mendapat pesan dari teman yang saat ini menduduki posisi penting pada fungsi pengadaan. Kami pernah bersama dalam satu tim.

“Mas, aku pusing. Proyek yang kami tangani ruwet. Aku mencium aroma tak sedap. Banyak yang main. Aku pingin ketemu”, begitu bunyi pesannya di layar telepon genggam saya.

Saya pun segera menanggapinya. Kami berbalas pesan, lumayan lama. Singkat cerita. Kami pun sepakat melanjutkan curcol dengan bertatap muka. Peserta diskusi ternyata meluas, tidak berdua lagi.

Pada akhir diksusi malam itu, kami punya kesimpulan menarik. Ternyata permasalahan ‘permainan’ di dunia pengadaan tidak menunjukkan penurunan yang tajam. Meski sudah banyak lembaga pengawasan. Seperti internal audit, pada beberapa organisasi. Belum lagi, lembaga bentukan pemerintah seperti, BPKP, Bareskrim Polri, KPK. Dan yang terbaru, Saber Pungli. Penurunan yang tidak mencolok berujung pada faktor manusia. Bagaimana kualitas manusia yang menjalankan sistem, baik sebagai user/pengguna, pembeli dan juga pemasok. Bahkan juga pada orang yang diberi tugas mengawasi. Lingkaran itu seakan komplet. Semua mengambil peran. Oleh karenanya, ketika 1 terungkap dan tertangkap, maka akan menjalar ke fungsi lain. Saling gigit. Cakot mencakot.

Ide merangkum pengalaman saya dan teman-teman mencuat. Cerita saat bersinggungan dengan permasalahan yang kami bicarakan. Kisah yang bisa memberikan semangat perubahan. Berharap bisa menginspirasi orang lain untuk lebih berani. Punya nyali menjadi pionir pelurusan penyimpangan yang terjadi.

“Masalah manusia ini tidak terbatas pada dunia pengadaan. Bisa lebih luas juga, lho. Jadi sebaiknya bisa dibuat lebih universal. Meski cerita dan kejadian adalah berdasarkan pengalaman dalam bidang supply chain management”, tukas teman lainnya yang pengusaha bidang logistik sekaligus punya kegemaran mengajar.

Memang luar biasa semangat teman yang satu itu. Namun, ada juga yang mengusulkan perluasan bahasan. Karena masalah kualitas sumber daya manusia juga menyangkut banyak hal. Apalagi sedang ramai bahasan tentang persaingan tenaga kerja.

“Bagaimana menyiapkan manusia yang bisa juga bersaing dengan tenaga kerja asing. Boro-boro bersaing. Kondisi saat ini saja masih belepotan. Istilahnya urusan dalam negeri saja masih perlu perhatian”, cetus sejawat saya.

Ia tidak salah. Sahabat yang satu ini, bukan mimpi di siang bolong. Kita pernah membuktikannya.

Saat Masa Keemasan Kerajaan Sriwijaya sekitar tahun 950M. Sejarah mencatat bahwa Sriwijaya adalah sebuah kerajaan besar yang kaya raya. Catatan lainnya adalah Kejayaan Kerajaan Majapahit pada tahun 1350 M. Pada masa Hayam Wuruk dengan bantuan patihnya yanga bernama Gajah Mada. Majapahit menguasai lebih banyak wilayah hampir seluruh Indonesia saat ini ditambah wilayah Asia Tenggara.

Cerita kejayaan Sriwijaya dan Majapahit membuktikan bahwa kita pernah unggul. Keunggulan manusia dan teknologinya juga sangat mumpuni ketika itu. Masa kejayaan itu. Rentang waktu yang membuktikan bahwa kita adalah manusia unggul. Bak pendekar, maka ketika itu pendahulu kita adalah pendekar pilih tanding.

Dorongan itulah yang menguatkan niat untuk menuliskan bagaimana memenangkan persaingan di dunia yang perkembangannya sangat cepat ini.

Karena persaingan adalah keniscayaan. Dalam dunia bisnis, apalagi. Jika kalah, sudah dapat dipastikan, perusahaan gulung tikar. Mati. Dampaknya juga tidak kalah dahsyat. Bisa menambah daftar pengangguran. Beban ekonomi baru.

Manusia yang punya daya dukung dan daya juang tinggi akan sangat membantu daya tahan perusahaan. Bak pendekar, ia pilih tanding. Ditempatkan di mana saja, ia sanggup dengan cepat beradaptasi dan segera berkontribusi.

Modal memenangkan persaingan sebagai individu bisa beraneka ragam. Saya menyaringnya menjadi 5. Kenapa cuma lima ? Insya Allah, lima modal ini sari pati hasil diskus dengan sejawat dan juga survey kecil yang saya lakukan.

Apa saja itu ?

Integrity. Miliki kejujuran yang tidak pernah dipertanyakan (be unquestionably integrity person).

Kuat memegang prinsip moralitas. Dwight David Eisenhower, mantan Presiden AS yang pernah menjabat sebagai Panglima Tertinggi Sekutu di Eropa, pernah mengatakan bahwa kualitas tertinggi untuk kepemimpinan adalah integritas yang tidak diragukan lagi. Tanpa itu, tidak ada keberhasilan nyata yang mungkin. Tidak peduli apakah itu di geng, lapangan sepak bola, kemiliteran atau kantor bisnis.

Competence. Pantaskan Diri dengan Menguasai Kemampuan yang Spesifik (Hold Core Competency)

Kemampuan menuntaskan pekerjaaan dengan cepat dan tepat. Ia bisa menjadi nara sumber. Untuk memenangkan persaingan, setiap diri insan Indonesia harus memiliki kemampuan unik yang istimewa. Ketika punya keistimewaan maka kita akan dihargai mahal. Saya sering sebut sebagai pendekar pilih tanding.

Resourceful. Jadilah Orang yang Banyak Akal (Be Resourceful Person)

Insan yang banyak akal. Tak mudah patah arang. Selalu mencari jalan keluar.

Mari mengamati bayi yang sedang belajar berjalan. Ternyata saat belajar berjalan, seorang bayi tidak belajar dari suatu teori tertentu. Tapi dia mencoba, jatuh, berdiri lagi, meraih sesuatu. Acapkali jatuh lagi, hingga tertatih dan mulai melangkahkan kaki selangkah ke depan. Proses itulah yang membuat kita semua bisa berjalan.

Collaboration. Maksimalkan Potensi (Develop Collaboration Ability)

Punya kemauan menambah daya dukung. Menyatukan beberapa potensi. Lemah jadi kuat. Kuat tambah kuat. Kolaborasi adalah tindakan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam matriks, tim terkemuka secara kolaboratif membantu mereka terlibat, bergerak melalui tahap pengembangan tim (menjadi berkinerja tinggi), memecahkan masalah dan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

Sharing. Berbagilah di saat lapang dan susah (Do Sharing)

Sir Winston Leonard Spencer Churchill, pengarang yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Britania Raya, juga berpesan tentang pentingnya perilaku memberi.

Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita peroleh. Kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan”.

Kemauan dan kemampuan berbagi. Tak kenal masa, dalam kondisi lapang dan sulit, tetap mau berbagi dengan insan yang lain. Punya sedikit dibagi sedikit. Punya banyak, apalagi, dibagi lebih lagi.

Dengan memiliki sikap dan modal utama tersebut, diharapkan insan Indonesia pun punya mental juara. Segala daya upaya dilakukan untuk memenangkan persaingan. Tentunya segala daya upaya yang dilandasi dan sesuai prinsip moralitas.

Buku ini mengetengahkan beberapa pokok bahasan.

MENGAPA PERLU JADI INSAN UNGGUL?

  • Persaingan, Siap atau Tidak, Akan Tetap Ada

  • Perusahaan Kelas Dunia

  • Kenyataan Pahit

  • Tenaga Asing

  • Merajut Asa

 

ORANG LAIN BICARA

PRINSIP-PRINSIP MEMENANGKAN PERSAINGAN

  • Manusia adalah Makhluk Sempurna

  • Setiap Manusia adalah Juara

  • Ada Kegagalan di Dalam Persaingan

  • Selalu Ada Tempat Untuk Orang Baik

  • Kewajiban Jauh Lebih Banyak daripada Waktu yang Tersedia.

  • Zaman Terus Berubah

  • Kejahatan akan Menang, ketika Orang Baik Tidak Melakukan Apa-apa.

 

BAGAIMANA BISA UNGGUL?

Pahami dan Miliki 5 Modal Kunci

  1. Miliki kejujuran yang tidak pernah dipertanyakan (be unquestionably integrity person)
  2. Pantaskan Diri dengan Menguasai Kemampuan yang Spesifik (Hold Core Competency)
  3. Jadilah Orang yang Banyak Akal (Be Resourceful Person)
  4. Maksimalkan Potensi (Develop Collaboration Ability)
  5. Berbagilah di saat lapang dan susah (Do Sharing)

 

BAGAIMANA CARA MEWUJUDKANNYA ?

INTEGRITY

Bagaimana agar memiliki kejujuran yang tidak pernah dipertanyakan (be unquestionably integrity person)

  • Pendidikan untuk Membentuk Persepsi

  • Pengajaran (pengalaman, contoh langsung)

  • Lingkungan yang Mendukung

  • Attitude Toward Honesty

    • Mulai dari diri sendiri.

    • Jangan Menutupi Kebohongan.

    • Berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain

  • Citra Berawal dari Kejujuran

COMPETENCE

Pantaskan Diri dengan Menguasai Kemampuan yang Spesifik (Hold Core Competency)

  • Temukan kelebihan

  • Temukan Gairah/Passion

  • Asah dan Tambah

  • Mengapa Perlu mentor

RESOURCEFUL.

Bagaimana Menjadi Orang yang Banyak Akal (Be Resourceful Person)

  • Buka dan jalin silaturahim

  • Catat dan simpan informasi

  • Berani bertindak

COLLABORATION

Bagaimana Maksimalkan Potensi (Develop Collaboration Ability)

  • Ketahui kelemahan dan kelebihan kita

  • Ketahui kelemahan dan kelebihan orang lain/sejawat

  • Petakan kelebihan dan kekurangan.

  • Padukan Potensi

  • Dukungan Eksekutif

  • Praktek Pengelolaan SDM

  • Kekuatan Pemimpin Tim

SHARING

Bagaimana menumbuhkan sikap entengan. Mau dan Mudah Berbagi di saat lapang dan susah (Do Sharing)

  • Utamakan Allah, Tuhan Yang Maha Berkehendak

  • Perbanyak perbuatan sunah

  • Bermental Kaya

  • Bersyukur

  • Tidak rakus/serakah

  • Dermawan/suka memberi kemanfaatan kepada orang lain

 

Ari Wijaya

Ari Wijaya ini orang yang humoris, pembawaannya energik, murah senyum, dan juga tegas. Ia menjadi sumber energi bagi banyak orang. Perawakan ekspresifnya mampu menjadi magnet bagi sekelilingnya. Ia punya passion yang luar biasa pada dunia supply chain management, pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi utamanya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bapak tiga anak ini adalah praktisi di bidang manajemen operasi yang telah berpengalaman sejak 1994 di beberapa industri. Pernah mendapat amanah sebagai pimpinan perusahaan di bidang energi baru dan terbarukan. Saat ini, ia masih aktif sebagai karyawan di perusahaan jasa energi nasional. Di sela kesibukannya ia juga penggiat aktif kegiatan pemberdayaan usaha kecil dan menengah di Tangerang Selatan dan sekitarnya. Yayasan Cerdas Sehat Gemilang Indonesia, adalah wadah yang dikembangkan sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata atas kepeduliannya terhadap pengembangan SDM dan juga pemberdayaan ekonomi UMKM.

Ia acapkali berbagi pengalaman dan wawasan. Menjadi nara sumber kuliah tamu, seminar, sharing session, trainer, dan menjadi dosen adalah tempat curahan buah pikirnya. Bidang manajemen operasi, supply chain management dan business development menjadi ranah yang membangun kompetensinya hingga saat ini.

Pria kelahiran Malang ini menamatkan kuliah di Teknik Mesin Universitas Brawijaya mengambil spesialisasi Mesin Produksi. Ia berkesempatan menempuh studi lanjut di Program Magister Manajemen pada konsentrasi manajemen operasi/supply chain management di Universitas Trisakti. Selama berkarir dan berkarya, ia mendapat kepercayaan untuk mengikuti pelatihan tentang procurement, logistics dan supply chain management di dalam negeri maupun di luar negeri. Sertifikasi ASCA (Accredited Supply Chain Analyst) yang dikeluarkan oleh American Academy, dijalaninya guna menambah wawasan dan kualifikasi di bidang supply chain management.

Ikatlah ilmu dengan tulisan agar ia tidak menguap ditelan zaman”.

Nasihat Ali bin Abi Thalib RA itu ia pahami dan praktekkan. Banyak artikel yang telah diterbitkan baik untuk kalangan sendiri, maupun untuk umum. Di samping itu, ia juga menulis dan menerbitkan buku. Buku yang pernah ditulis dan diterbitkan adalah :

  1. Sukses Mulia is My Life. Ditulis bersama dengan 32 penulis lainnya. Kumpulan artikel ini dibuat dalam waktu 24 jam. Buku ini tercatat salah satu rekor Rekor Muri Indonesia.
  2. Inilah Dedikasi Kami untuk Indonesia. Ditulis bersama 58 penulis lainnya. Berisi pengalaman para penulis yang juga karyawan PT. Pertamina (Persero) beserta anak perusahaan. Buku diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-59, PT. Pertamina (Persero).
  3. Cost Killer. Panduan 3 langkah besar melakukan penghematan biaya dengan pendekatan terobosan pada proses bisnis.

Buah pikir Ari Wijaya dapat dinikmati di situs web: www.ariwijaya.com.

Jika ingin berkomunikasi lebih lanjut, Ari bisa dihubungi melalui :

Email : ariwijaya@gmail.com

Facebook : Ari WijayaDj

Twitter : @AriWijayaDj

Instagram : @this.is.ariway

Linkedin : Ari Wijaya, ST., MM., ASCA

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “KEY”

Your email address will not be published. Required fields are marked *