Sale!

Childhood Optimizer

Rp120,000.00 Rp79,000.00

 

Penulis:

Adlil Umarat

Buku Childhood Optimizer Book Series: Lima Langkah Komunikasi Efektif, agar Anak Tumbuh Optimal, hadir sebagai solusi yang tepat, mudah diaplikasikan, dan mampu memandu orangtua secara detail, bagaimana menerapkan teknik komunikasi efektif yang membuat anak nyaman dalam berinteraksi di rumah sehari-hari. Menariknya, contoh-contoh yang disampaikan di buku ini dibedah mulai dari anak bangun tidur, hingga ia tidur lagi. Jadi, membaca buku ini akan sangat practical.

 

 

Category:

Description

Sudah sering orangtua muda zaman now mengikuti banyak sekali seminar/ workshop parenting. Namun, begitu pulang ke rumah, mereka ternyata tetap kebingungan dalam menerapkan apa yang telah dipelajari. Terutama dalam hal penerapan ilmu-ilmu parenting praktis dalam konteks membangun relasi yang lebih positif dan menenangkan kepada anak di rumah.
Masalah utama yang sering muncul adalah orangtua kerap mudah sekali terpancing untuk bertindak emosional menanggapi tingkah-polah anak. Orangtua tidak sabaran. Orangtua gampang meledak, seolah mereka hanya punya sumbu pendek dalam hal kesabaran. Padahal ilmu parentingnya sudah dipelajari bahwa ketika membangun relasi dan komunikasi berbasis marah-marah dan membuat anak tidak nyaman, selalu ada resiko anak akan lari dari orangtua dan mencari lingkungan yang membuat mereka lebih nyaman. Ini tentu saja berbahaya. Jika mereka mendapatkan lingkungan yang dipercaya oleh mereka di luar rumah, dengan pihak yang baik, maka alhamdulillah. Orangtua masih bisa bersyukur. Akan tetapi, jika mereka terjebak pada lingkungan di luar rumah yang salah pergaulan, maka runyamlah masa depan anak.
Untuk itu, buku Childhood Optimizer Book Series: Lima Langkah Komunikasi Efektif, agar Anak Tumbuh Optimal, hadir sebagai solusi yang tepat, mudah diaplikasikan, dan mampu memandu orangtua secara detail, bagaimana menerapkan teknik komunikasi efektif yang membuat anak nyaman dalam berinteraksi di rumah sehari-hari. Menariknya, contoh-contoh yang disampaikan di buku ini dibedah mulai dari anak bangun tidur, hingga ia tidur lagi. Jadi, membaca buku ini akan sangat practical.
Anak kerap kali tantrum (mengamuk) manakala kita salah dalam memilih kata-kata. Misalnya, untuk kegiatan sehari-hari, orangtua perlu memilih kata-kata yang lebih memberdayakan ketika menawarkan anak untuk makan. Pertanyaan yang sering dilontarkan biasanya, “Kamu mau makan nak?” Padahal, kita tidak memberikan opsi bahwa makan adalah pilihan. Makan adalah kebutuhan. Maka, pertanyaan kita yang lebih tepat adalah “Kapan kamu mau makan nak? Lima menit lagi atau sepuluh menit lagi?” Makan adalah kebutuhan, jangan kita jadikan opsi (pilihan).
Buku ini akan memandu orangtua muda di rumah bagaimana caranya membangun karakter anak dengan cara membuat pola komunikasi yang bertingkat dan bertahap, dengan memilih kata-kata dengan formula yang tepat dan lebih memberdayakan anak untuk berpikir dalam mengambil tindakan. Ketika anak terbiasa berpikir sebelum bertindak, maka peluang ia untuk tantrum, bisa diturunkan angkanya secara signifikan.
Untuk membuat komunikasi yang lebih baik antara orangtua dan anak, maka Pak Ading selaku Childhood Optimizer Trainer, melalui pengalaman praktis yang ia terapkan kepada anaknya, dan juga sekolahsekolah yang ia dampingi, akan memandu para orangtua untuk melakukan komunikasi efektif kepada anaknya. Komunikasi efektif itu mendorong orangtua benar-benar memperhatikan elemen penting di dalam komunikasi. Ada pemberi pesan, ada pesan, ada penerima pesan, dan ada feedback (tanggapan) sebagai tanda bahwa si penerima pesan memahami pesannya.

Berikut Lima Langkah Komunikasi Efektif, agar Anak Tumbuh Optimal:
1. Kenali Anak Lebih Dalam! (KALEM). Pak Ading memperkenalkan cara-cara paling praktis bagi para orangtua muda, terutama yang sibuk bekerja di luar rumah, untuk bisa lebih mengenal anaknya secara mendalam dengan cara-cara yang sangat mudah dipraktikkan. Jika kita kenal betul secara mendalam dengan anak kita, maka yang terjadi adalah anak akan merasa orangtuanyalah yang paling mengenal dia, paling paham dia, dan sebelum masalah muncul, sudah terbangun komunikasi 2 arah antara anakorangtua. Di sisi lain, orangtua menjadi orang yang paling tahu isi hati dan kepala anaknya melalui cara-cara praktis ini. 2. REGULASI DIRI ANDA! (REDI). Pekerjaan Rumah paling berat menjadi orangtua adalah kemampuan atau skill nya dalam menahan diri, menguasai diri, untuk tidak terpancing jadi sangat emosional manakala melihat masalah pada anaknya. Kalau orangtua tenang, meski menghadapi situasi pelik sekalipun, insya Allah anak akan terbawa tenang. Pancaran apa isi hati orangtua, akan ditransfer secara tak langsung dari orangtua ke anak. Sinyalnya lebih kuat dari WIFI 5G sekalipun. 3. BICARA BERTAHAP! (BICARA). Pada tahap ini akan dijelaskan bagaimana teknik-teknik praktis resolusi atas konflik, pilihan kata yang memberdayakan dan memancing anak untuk terbiasa berpikir sebelum bertindak, dan meminimalisir intervensi-intervensi fisik yang tidak perlu, agar anak jadi manusia BERDAYA. 4. BERI PIJAKAN INFORMASI! (BIJAK). Pada fase ini, orangtua diberikan tools yang bisa menahan diri anak untuk tantrum dalam menghadapi suatu kondisi di masa mendatang, dengan memberikan pijakan informasi lingkungan, sebelum anak main, saat naak main, dan setelah anak main. 5. JAGALAH KONSISTENSI! (KONSISTEN). Setelah kita melewati 4 tahap di atas, kita bisa menularkannya ke keluarga inti, keluarga besar, dan lingkungan kita. Apa yang diyakini orangtua tentang pola pengasuhan anak, sebaiknya inline dengan kondisi lingkungan keluarga inti atau keluarga besar. Jika tidak inline, atau bahkan bertabrakan atau berlawanan, bagaimana? Edukasi lingkungan, keluarga inti, keluarga besar itu. Di sini Pak Ading mengajarkan teknik praktis bagaimana membongkar isi kepala
dan hati seseorang, dan mengubah paradigma pengasuhan menjadi sefrekuensi dengan pola asuh yang kita anut. Semakin konsisten pola asuh yang kita terapkan, semakin mudah kita membentuk karakter positif anak. Semakin berbeda dan bertolak belakang pola pengasuhan lingkungan dengan ayah-bundanya, si anak akan mengalami kebingungan yang teramat sangat.

 

Adlil Umarat

Bagi Adlil Umarat, hidup adalah petualangan seru. Lahir di Bukittinggi, 4 Januari 1984, Adlil ditakdirkan menjadi seorang petualang kehidupan yang selalu berpindah-pindah. Besar di lingkungan Melayu, DuriRiau, lalu selepas lulus SD, ia merantau ke kota Solo dan bersekolah asrama di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Kemudian ia melanjutkan pendidikan tingkat atas di boarding school SMA Insan Cendekia Serpong-BSD. Sekolah yang seleksi masuknya sangat ketat karena awalnya diprakarsai oleh BJ Habibie-Presiden Indonesia ke-3—atas dasar keinginan beliau menghantarkan lulusan pesantren bisa semaju lulusan sekolah umum.
.
Setelah menjadi lulusan terbaik IPS dari SMA Insan Cendekia, ia melanjutkan kuliah di Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia di Depok-Jawa Barat.
.
Di sanalah petualangan hidup yang lebih berwarna dimulai. Adlil Umarat yang sejak kecil selalu rangking di kelas dan punya jiwa kompetitif tinggi, memulai petualangan di dunia kepenulisan saat bergabung di organisasi kemahasiswaan Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya Universitas Indonesia. Dari sana ia mulai rajin menulis di media cetak lokal dan nasional seperti Jawa Pos, Indo Pos, Seputar Indonesia, dan lain-lain. Di fase ini Adlil Umarat menorehkan prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Kedua di tingkat Fakultas FISIP Universitas Indonesia.
.
Ketika menggarap skripsinya tentang komunitas ESQ, ia bergabung sebagai repoter di Majalah Nebula— Majalah komunitas ESQ– di bawah pimpinan Yudhistira Massardi. Di sana ia berlatih mempertajam kemampuan menulisnya di bawah mentor menulis yang tepat.
.
Petualangan hidupnya dilanjutkan dengan bekerja di RCTI selama 7 tahun 8 bulan sebagai researcher di Program Research & Development RCTI dengan prestasi gemilang. Tugas utamanya adalah mengolah data riset yang rumit, diubah menjadi data acuan yang mudah dipahami BOD (Board of Director) demi pengambilan keputusan penting terkait strategi program tv.
.
Atas kontribusinya yang signifikan bagi perusahaan dan melalui seleksi yang ketat, ia dipilih oleh MNC Group untuk diberangkatkan umroh bintang 5 bersama karyawan berprestasi lainnya di seluruh unit perusahaan MNC Group.
.

2

Saat ini, Ketua Ikatan Alumni Rumah Kepemimpinan 2016-2018 yang juga salah satu penulis dalam buku best seller Dormi(s)tory ini, melanjutkan petualangan hidupnya dan jatuh cinta mendalami ilmu pendidikan anak usia dini berbasis Metode Sentra di Sekolah Batutis Al-Ilmi, Bekasi. Selain sebagai blogger pendidikan anak usia dini di www.umarat.wordpress.com, ia juga menjadi seorang Childhood Opitmizer Trainer, yaitu trainer yang melatih kemampuan orangtua bagaimana mengoptimalkan masa kecil anak agar tumbuh optimal, melalui strategi komunikasi dan strategi bermain yang tepat.
.
Atas pengalaman dan kemampuan riset serta menulisnya yang kuat, trainer yang bernama panggung Pak Ading ini, meneliti dan menuliskan dampak-dampak yang muncul dari pola asuh orangtua terhadap pembangunan karakter anak usia dini. Ia fokus mendalami program intervensi yang tepat bagi anak usia dini untuk membentuk karakter positif pada anak dan konsisten berbagi pengalaman serta ilmu parentingnya dalam bentuk tulisan dan video tips parenting di grup Facebook: Optimasi Masa Kecil Anak. Ia juga sedang menyiapkan buku serial Childhood Optimizer yang akan dilaunching 2 Mei 2018.
.
Untuk meningkatkan kompetensinya sebagai trainer, Pak Ading mengikuti program TEMPA Trainers Mentoring Program yang dipandu oleh Indrawan Nugroho (Co-Founder Kubik Leadership dan saat ini CEO CIAS). Selain itu, ia juga mendalami NLP (Neuro Linguistic Programming) NFNLP Florida, Amerika Serikat. Plus, ia juga mempelajari NLP Neurosemantics dengan mengikuti kelas APG (Accessing Personal Genius) di Metamind. Selain itu, ia juga mendalami ilmu Modelling Excellence dan Learning Design dipandu oleh Surya Kresnanda, seorang Learning Consultant Specialist.
.
Berbekal kompetensi yang dimiliki, Pak Ading juga mendampingi sekolah-sekolah KB-TK di Jabodetabek dan Jawa Timur yang ingin menerapkan Metode Sentra dalam pembelajarannya secara utuh, bukan setengah-setengah.
.
Di setiap sekolah yang didampingi tadi, Pak Ading melakukan pelatihan untuk 3 pihak sekaligus: guru, manajemen sekolah, dan para orangtua. Pada pihak guru, Pak Ading melatih peningkatan kapasitas guru dalam memahami dan menerapkan filosofi belajar dan teknik dalam mengajar yang efektif-efisienberdampak melalui Metode Sentra. Pada manajemen sekolah, fokus utama adalah bagaimana pihak sekolah bisa memotivasi, mengatur pembagian peran dan mengoptimalkan potensi para guru, sehingga mampu melahirkan guru-guru yang mandiri, percaya diri, dan bekerja melalui sistem. Pada orangtua selaku wali murid, Pak Ading rutin memberikan workshop untuk membuka wawasan para orangtua tentang masalah anak. Betapa anak begitu penting artinya bagi orangtua. Jangan sampai orangtua hanya menitipkan anak ke sekolah untuk membangun karakternya. Orangtua adalah partner terbaik sekolah untuk sama-sama membangun karakter anak didik. Pak Ading membantu orangtua agar selaras dalam mengayomi anaknya dengan standar perlakuan di sekolah. Anak tidak selalu dimarahi, tidak disuruhsuruh, tidak dilarang-larang, agar muncul inisiatif dan kemandirian pada dirinya.
.

3

Tidak hanya di sekolah, Pak Ading menangani kelas private khusus keluarga yang ingin seluruh anggota keluarga di rumahnya mampu berubah paradigma dalam pengasuhan anak, menjadi lebih berdaya. Ia juga mulai merambah masuk ke perkantoran. Childhood Optimizer Trainer goes to offices. Para HRD perusahaan sudah mulai concern terhadap isu pentingnya pendidikan anak usia dini dan berpengaruh terhadap ketenangan dan produktivitas para karyawan dalam bekerja. Meski karyawan bekerja dengan gaji yang bagus, namun jika tidak diimbangi dengan anak yang tumbuh optimal di rumah, maka gaji yang besar tadi tidak ada artinya.
.
Pak Ading ingin berharap bisa membantu para ayah-bunda muda menjadi Childhood Optimizer bagi anaknya masing-masing. Sehingga, kita selaku orangtua, berkontribusi sangat positif bagi terciptanya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Caranya, lewat intervensi sejak dini di anak-anak usia dini kita. Semakin awal memulai intervensi, makin awal pula kita potong akar masalah sedari dini.
.
===================
“Karir Menanjak Maksimal, Anak Tumbuh Optimal!”
.
Penulis adalah Pak Ading, seorang Childhood Optimizer Trainer. Ia melatih para orangtua muda untuk mampu meningkatkan kapasitasnya sebagai orangtua yang mampu mengoptimalkan masa kecil anaknya dalam membangun karakter anak, melalui 2 strategi: strategi komunikasi dan strategi bermain. Melalui 2 strategi tersebut, diharapkan orangtua mampu membangun BONDING yang kuat dengan anak, sehingga mampu memfasilitasi tumbuh-kembang anak secara optimal dan siap menjadi BONUS DEMOGRAFI 2045 yang merupakan BERKAH buat bangsa kita, bukan sebagai MUSIBAH. Fokus Pak Ading adalah mengobservasi, meneliti, dan merumuskan modelling terbaik dari ‘program intervensi’ yang pas untuk membangun karakter-karakter positif pada diri anak usia dini dalam pengasuhannya di rumah dan sekolah.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Childhood Optimizer”

Your email address will not be published. Required fields are marked *